Menyadari kau bukan milikku adalah sebuah kehancuran bagi diri ini. Mata ini telah basah dan air matapun telah tertumpah saat aku mengingatmu dulu. Aku ingin kita bersama namun kau tak mau, aku ingin kita menjalin cinta namun kau tak bisa. Jika aku telah beranjak darinya akankah kau datang padaku?
Tuhan.. mengapa diri ini tak mampu untuk memilikinya? Kehadirannya di dalam kehidupan ini telah menggetarkan jiwaku, telah menggetarkan hatiku, dan telah menggetarkan seluruh apa yang aku miliki. Dirinya bagiku adalah sebuah nyawa yang dapat menghidupkan ruang-ruang kerinduanku. Dialah sebuah syaraf yang aktif di dalam ruang-ruang pikiranku. Aku benci tak bisa memilikinya.. Aku benci tak bisa bersamanya..
Demi Engkau Tuhan, dan demi bumi ini yang berputar, serta demi apapun itu aku bersumpah, tiada yang kuingini selain ingin bersamanya, memiliki hati serta cintanya. Tuhan.. Aku pasrahkan semuanya padamu.! Bila ini memang sebuah takdir, maka yakinkanlah aku bahwa dirinya akan datang bersama kehidupan yang lain. Dan sadarkanlah aku, Tuhan.. dari semua mimpi tentangnya. Ternyata cinta memang tak harus saling memiliki.
Doc. Of Sept, 1st 2009
Mengapa kau pergi disaat aku merasa kehilangan? Padahal aku butuh sekali kehadiranmu disini. Apa salah jika aku menyayangimu? Apa aku tak pantas memiliki jiwamu?
Sungguh, tak pernah aku sesakit ini. Sakitnya hati ditinggalkan sang kekasih tak sebanding saat ditinggalkan engkau. Hati ini begitu tersentak, saat kau mengucap kata “Kecewa” padahal tak pernah sedikitpun aku membuatmu kecewa bahkan terluka.
Disini aku termenung dalam kesendirian, mengharapkan sesuatu yang tak pasti datang membawa sejuta harapan yang indah. Aku berharap kau akan datang kembali pada jiwaku yang terluka ini.
Aku sayangi engkau bukan karena paksaan, tapi karena hati dan tekad yang pasti, mantapnya niat dan teguhnya tujuan. Namun mengapa kini kau siakan kebenaran hati ini, ketulusan jiwa ini untuk dirimu? Aku terluka.. sungguh terluka.
Doc. Of Sept, 6th 2009
Apalah arti sayang bagiku setelah aku sakit dan terluka olehmu. Tak ada gunanya kau ucapkan kata sayang itu karena yang aku tahu apa yang telah terucap dari bibirmu tidak pernah terbukti kebenarannya. Semuanya palsu dimataku.
Memang kau yang terindah dalam hidupku, namun bukan berarti kau harus permainkan perasaan ini semaumu.
Aku hancur olehmu.. Aku terluka karenamu.. Tolong jangan pernah kau hadir lagi karena aku ingin mencoba menghapus semua tentangmu, melupakan apa yang telah terjadi di antara kita meski aku sadari, aku tak akan mampu.
Doc. Of Sept, 10th 2009
Aku kembali pada pelukannya bukan maksud untuk melukaimu, namun aku hanya ingin kau berfikir bahwa hati ini tak bisa untuk kamu permainkan. Meski beribu kali kuucapkan bahwa aku tak ingin kehilanganmu. Mungkin kau tak pernah memperdulikannya, duhai betapa sakitnya.
Oh andai pertemuan kita tidak pernah terjadi...
Namun setelah aku jauh darimu, aku merasa kehilangan banyak. Entah mengapa bayangan tentangmu tak pernah ada habisnya. Selalu terukir di hati, meski telah aku buang jauh perasaan ini.
Tuhan... Apakah yang telah terjadi pada diriku? Aku tak ingin buatnya terluka namun dia telah melukaiku, aku tak ingin buatnya kecewa namun dia telah kecewakanku. Hingga akhirnya aku terbelenggu. Ini sungguh tak adil!
Doc. Of Oct, 1st 2009
Memang kau tak tawarkan cinta, kau hanya tawarkan keindahan bagiku. Entah apa yang membuat aku tak bisa melupakanmu. Rasanya sulit sekali karena kau terlalu indah untuk aku lupakan.
Meski ajal akan menjemput, namamu tetap akan aku bawa selalu, dan memang benar... Tak ada yang bisa sepertimu, yang bisa mengundangku untuk selalu tersenyum, yang bisa membuatku lenyapkan semua kesedihan yang terasa perih sekalipun. Aku tak perdulikan baik-buruknya sifatmu, kaya atau miskinnya keadaanmu, dan besar atau kecilnya hatimu. Yang terpenting disini hanya satu “AKU SAYANG KAMU”. Dan tak ada yang lain bagiku selain dirimu.
Bukan diriku yang salah bila kita tak bisa bersama, telah ku tawarkan cinta namun kau tak mau dan sekarang baru kau rasakansakitnya kehilangan cintaku.
Doc . of Oct, 2nd 2009
Kau seolah ajak aku kembali pada masa yang lalu, dimana kita merasa ingin saling memiliki namun tak bisa bersatu. Hanya karena kau tak ingin menyakiti perasaannya yang sejak lama mencintaiku.
Bingung sungguh hati ini. Sepertinya kau hadir kembali dengan membawa sejuta keindahan yang menarik perhatianku. Hingga akhirnya aku tak bisa jauh darimu. Memang aku mencintaimu, namun tak berarti aku harus memiikimu. Biarlah kusimpan rapih rasa cinta ini dan bila suatu hari nanti kau membutuhkannya, maka segeralah datang padaku.
Doc. Of Oct 20th 2009
Akhirnya aku bisa memilikkimu, duhai pujaan. Setelah sekian lama aku perih berjuang untuk dapatkan cintamu.
Keinginanku untuk memilikimu bukanlah sekedar obsesi. Namun keinginanku untuk memilikkimu adalah sebuah pernyataan yang tulus, yang tumbuh dari dalam hatiku.
Telah kutinggalkan dia saat kita menjalin percintaan ini. Meski begitu perih rasanya, namun kenyataan ini harus tetap kujalani.
Bagiku takan pernah ada yang terasa sulit jika aku bersamamu. Dunia ini serasa hanya milikku dan milikmu.






